Kamis, 18 Februari 2010

Yang Terbaik Dari Tuhan Untukmu

Gua nemu artikel yang gua nilai mengandung makna yang tepat banget sama keadaan manusia sekarang. Jadi gua bagi supaya semua bisa baca bukan Cuma gua doang jadi gini ceritanya.
Di abad pertengahan, seorang darwis ( sufi ) berkawan dengan seorang raja. Mereka telah menghabiskan waktu yang lama. Suatu hari, sewaktu sedang makan bersama, seekor cicak jatuh tepat didalam sup milik sang darwis. Dengan tenang darwis itu mengambil cicak tersebut dari dalam sup, melepasnya dilantai, lalu kembali menyeruput supnya. Raja yang melihat kejadian itu bertanya takjub, “sahabatku, sup itu telah kejatuhan cicak, kenapa masih kau makan?”
“ini bagian yang terbaik dari Tuhanku”, jawab sang darwis.
Sang raja hanya menggeleng-geleng kepala. Beberapa waktu kemudian, keduanya pergi berburu. Ditengah jalan, sang darwis melihat seekor rusa jantan. Ia pun segera menbidiknya. Sayang, bidikannya melesat kea rah sang raja. Untung beliau cukup sigap. Anak panah itu hanya memutuskan setengah jari manis sang raja.
“lihatlah apa yang kau lakukan padaku!” bentak sang raja sambil mengerang.
Setelah mendekat, darwis itu hanya berkata, “itulah yang terbaik dari Tuhan untukmu”.
Mendengar jawaban itu, raja bertambah berang. Setelah sampai di istana, raja memerintahkan pengawalnya untuk memasukkan si darwis ke dalam penjara. Beberapa minggu kemudian, sang raja kembali berburu. Ia ditemani beberapa pengawalnya. Sayang, ditengah jalan sekelompok kanibal mencegat merreka. Jumlah yang tidak seimbang membuat raja dan pasukannya terpaksa menyerah. Raja hanya bisa pasrah melihat satu demi satu pengawalnya dibunuh lalu dicincang dan dimasukan kedalam tungku panas untuk dibuat sup. Ketika giliran sang raja tiba, seperti dilakukankepada para pengawal, kepala suku kanibal itu memeriksa seluruh tubuh baginda. Beberapa saat ia geleng-geleng kepala. Tanpa disangka, ia melepaskan ikatan sang raja dan menyuruhnya pergi.
“kenapa kamu tidak membunuh saya juga?” teriak sang raja antara senang dan heran.
“sebab kami tidak memakan orang yang cacat”.
Tanpa menunggu lebih lama, raja pun segera mengambil langkah seribu. Ditengah jalan, ia teringat ucapan kepala suku kanibal tadi, ‘apakah aku cacat?’ batinnya.
Ia segera teringat akan jari manisnya yang putus akibat anak panah arwis sahabatnya. Diacungkan jari manisnya keatas. “kau benar sahabatku, inilah yang terbaik dari Tuhan untukku…” gumam sang raja.
Ketika sampai di istana, sang raja segera menemui sang darwis di penjara dan membebaskannya.
“maafkan aku untuk semua kebodohanku ini…” ujar sang raja setelah menceritakan apa yang dialaminya. Darwis itu hanya tersenyum.
“baginda”, sahut sang darwis, “ kau memenjarakanku, itulah yang terbaik dari Tuhan untukku. Sebab jika kau tudak memasukkanku ke penjara, tentulah aku akan ikut berburu denganmu dan dibunuh oleh suku kanibal itu”. Baginda raja itu tersenyum.
“kau akan selalu bisa tersenyum jika kau tahu apa yang kau miliki adalah yang terbaik dari Tuhan untukmu…”

Giman?
Artikan sendiri maknanya ya gan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar