Selasa, 09 Februari 2010

Surat Buat Wakil Rakyat

Kami tidak ingin menggugat apalagi menghujat. Kami hanya ingin curhat lewat sebuah surat..

Wahai para dewan yang kami hormati,
Kami ikhlas memilih anda sebagai wakil kami, kami rela mengantarkan anda memasuki gedung itu dan mendapatkan sebuah kursi. Akhirnya kini ambisi anda terpenuhi. Ketahuilah, tugas anda bukan hanya menampung aspirasi kami, melainkan menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi itu sendiri. tugas anda juga mengawasi jalannya pemerintahan di negeri ini. Biar semuanya berjalan dengan baik dan rapi. Sebagai pengawas, jadilah juri yang baik hati yang bisa melihat segala sesuatunya secara jeli. Jangan biarkan mata dan telinga anda tuli dari suara hati anak negeri. Jangan biarkan hati nurani anda mati, sehingga tak lagi peka dengan apa yang terjadi selama ini. Juga jangan pura-pura tak mengerti dengan semua masalah yang kita hadapi. Jadilah pihak yang selalu bisa memberi solusi bukan menghakimi. Jadilah lembaga yang dihormati dengan menjunjung tinggi harga diri. Bukan sebaliknya, menjadi banci lantaran tak punya kemampuan yang mumpuni. Oh, ya semoga anda tak lupa dengan janji-janji ketika kampanye tempo hari. Dan kini saatnya kami menagih janji dan meminta bukti. Tapi kami sadar semua itu memang tidak mudah untuk dipenuhi atau ditepati. Sebab kami tahu anda tidak akan mampu apalagi berani. Sebenarnya kami tahu semua itu hanya basa-basi. Kalaupun kami bersimpati, itu semata lantaran tak enak hati. sebab sudah begitu banyak kaos yang anda beri dan terlalu besar uang yang telah anda bagi. Kami sendiri tak mengerti. Kami hanya ingin menguji, sampai dimana komitmen anda selama ini dan sampai dimana kemampuan yang anda miliki...

Wahai para dewan yang terhormat,
Kami tidak sudi punya wakil rakyat yang imannya tak kuat. Sebab kalau iman nggak kuat yang terjadi kemudian adalah para wakil rakyat yang bejat. Yang kerjanya Cuma mengorbankan rakyat buat kepentingan sesaat. Bukan cuma itu, kalau wakil rakyatnya bejat bagaimana kesejahteraan rakyat bisa meningkat, yang ada justru yang kaya semakin kaya yang mskin semakin melarat. Juga gimana lingkungan bisa sehat dan negara ini bisa kuat. Kalau wakil rakyatnya bejat, akan tumbuh suburkah budaya suap dan jilat-menjilat antar rekan sejawat. Di sana, di gedung berlantai empat. Kalau dewan sudah begitu bejat, yang jadi korbannya tak lain adalah rakyat. Kalau sudah begini anda pasti akan kualat. So, kalu nggak mau dihujat atau dilaknat oleh rakyat sejagat, bekerjalah dengan giat, buat keputusan yang tepat, yang membela hajat hidup rakyat. Dengan begitu anda akan selamat dunia dan akhirat...

Wahai para dewan yang budiman,
Di tangan anda nasib dan masa depan kami titipkan. Di bahu anda tugas itu kami bebankan. Membawa negeri ini kepada kehidupan yang aman dan tentram. Yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Seperti slogan yang sering anda teriakkan. Kami tak punya banyak permintaan, kami Cuma mengharapkan, jadilah wakil rakyat yang bisa diandalkan, yang bisa dijadikan sandaran, sekaligus keteladanan. Tempat pembelajaran juga sebagai tempat menyampaikan pengaduan dan tempat mencari perlindungan. Jangan biarkan negeri ini terpuruk berkepanjangan dan jangan biarkan amanat kami ditelantarkan, tanpa pernah diindahkan. Cukup sudah kami dikecewakan, jangan lagi kesalahan itu anda lakukan. Dimana kami semua dikambing hitamkan demi keserakahan dan kekuasaan. Tuan, tolong dicamkan, status anda adalah pelayan bukan juragan! Jadi jangan pernah salahgunakan kekuasaan ditangan...

Wahai para dewan yang mulia,
Selamat bekerja. Buka mata, hati dan telinga. Dengan begitu anda akan lebih peka dengan apa yang ada. Ingatlah selalu akan sumpah jabatan ketika anda dilantik di muka. Saatnya bekerja bukan berhura-hura apalagi berfoya-foya. Saatnya bekerja untuk negara bukan kroni semata apalagi sanak saudara. Anda bukan lagi balita tapi sudah cukup dewasa bahkan terlalu tua untuk sekedar bercanda ria, tertidur disaat siding pariprna, tak hadir saat rapat kerja panitia, berpesta pora apalagi bersenggama, hingga tak dapat lagi bekerja sebagaimana mestinya. Ingat, berjuta pasang mata menyorot anda, banyak pihak mengawasi kinerja anda. Karena itu hendaklah selalu waspada dan menjadi bijaksana. Bekerjalah dengan ekstra, dengan segala kemampuan yang anda punya. Dengan begitu parlemen tetap punya wibawa. Bukan hanya didalam negeri tapi juga di manca negara...

Wahai para dewan yang terpilih,
Kami semua sudah sangat letih merasakan beban hidup yang kian menindih. Kami akan sangat berterima kasih bila anda bejerja tanpa pamrih. Sudah terlalu banya energi yang telah kami beri, dan terlalu besar pengorbanan yang kami berikan buat negeri. Tapi apa yang kami dapatkan selama ini? Nasib dan hidup kami tak juga diperbaiki. Kewajiban kami selalu dituntu tapi hak kami tak kunjung dipenuhi. Kami rindu anggota dewan yang punya nyali untuk membela nasib kami. Anggota dewan yang berani menjadi pahlawan sejati, yang mampu membela kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi. Kami tak ingin sejarah terulang kembali. Dimana kami memiliki wakil rakyat yang keberadaannya dikebiri atau wakil rakyat yang tak tau diri, seperti yang terjadi selama ini. Di negeri ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar