Gak tau knapa akhir2 ini gua agak bingung lagi. Gua liat di tipi kalo rokok diharam-in. trus uda agak lama ini gua baca di salah satu mass media kalo poto pra-wedding juga haram, terutama oleh sekelompok orang yang ngeluarin fatwa tersebut. Gua heran sebenernya siapa kita ini sehingga kita punya kewenangan yang absolute untuk menentukan sagala sesuatu. Mana yang dianggap haram atau halal oleh mereka, itu yang harus kita terima. Emang bener kalo rokok itu bisa ngerusak kesehatan tapi apa kita bisa menentukan kalo itu haram? Atas dasar apa semua itu?
Gua sendiri setuju kalo kita bersih dari rokok ( apalagi sekarang ini banyak banget kendaraan dan industri yang asapnya udah jadi donatur besar dalam global warming, bukannya lebih bijak kalo gak ditambah lagi dari asep rokok ) tapi gua gak setuju kalo rokok itu haram.
Kalo rokok itu haram dan produksi rokok dihilangkan itu malah akan menyebabkan pembunuhan massal untuk rakyat kita. Produksi rokok dihentikan, maka apa yang terjadi:
Ø Devisa Negara akan turun drastic karena penyumbang terbesar adalah dari rokok,
Ø Pengangguran naik berkali lipat. karena gak ada pabrik rokok, gak ada pabrik asbak, gak ada perkebunan tembakau, dll.
Ø Penghasilan dokter spesialis paru2 akan turun karena sebagian pasien mereka itu perokok.
Ø Fakta kalo rokok dapat mengurangi umur! Dengan begini maka perokok secara tidak langsung telah membantu program pemerintah untuk kepadatan penduduk bukan?
Kalo ini semua terjadi apa pemerintah udah siap untuk ngatasi masalah tersebut? Untuk pihak2 yang nentuin kalo rokok itu haram, coba dipertimbangkan sekali lagi.
Sekali lagi gua gak setuju kalo rokok itu haram, tapi kalo konsumsi rokok dikurangin masih bisa diterima logika apalagi pengaruk adiktif rokok uda merambat ke anak usia 5 tahun. Sangat rentan untuk anak yang seharusnya masih mengisap permen. Sebagai manusia yang berakal mendingan berenti ngerokok sebelum dipaksa berenti sama penyakit! Untuk apa dibilang macho gara-gara ngerokok tapi gigi kuning, nafas bau, bibir dan gusi item, batuk2 kalo lari.untuk apa ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar